Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

IR

CINTA KAMU IIM  BY: AnaZ_KhayrunNaz Aku ingin bilang sesuatu padamu Bolehkah? Apa aku bisa minta bantuanmu? Bantu aku.. Bantu aku keluar dari masalah ini... Aku sudah menderita dengan semua ini. Tolong bantu lepaskan jahitan yang mengikatku Bantu, tolong keluarkan aku dari sengsara ini. Apa kamu bisa? Tak bisa juga tak apa-apa Aku hanya ingin kamu tau Bahwa aku menderita dengan semua ini Ingin lari Pergi Jauh... Tanpa lagi kembali Asal kamu tau Mengapa aku cerita Agar kamu tau bahwa Aku tak ingin kamu mengalami hal seperti apa yang pernah aku alami ini Aku terlalu sayang Tak ingin Ah,, entahlah Aku sudah bingung Bingung bagaimana lagi caranya mengungkapkan Karena sudah sering Terlalu sering aku sampaikan Bahwa AKU SAYANG PADAMU

SALAM UNTUK TUHAN

Tuhan, aku ingin marah... Padamu! Aku   resah, bagai orang yang kehilangan arah Merasa seperti orang yang sudah tak lagi bisa melangkah Ah, aku gundah... Menahan semua rasa yang membuatku kehilangan gairah Berat rasanya untuk pindah Meninggalkan jejak-jejak yang tak akan mungkin menjadi sejarah Aku bingung Bingung kenapa aku harus terjerat pada hal ini Tak bisa berpikir bagaimana caranya agar aku bisa pergi meninggalkan semua ini Ya tuhan... Aku ingin bertanya, Apa memang mungkin? Atau memang harus? Untuk ini terjadi?? Aku ingin pergi... Tanpa harus menoleh ke belakang Mengenang atas apa yang telah terjadi Karena, aku benci itu... Tuhan, Bukankah itu kehendakmu? Lalu, pantaskah jika aku ingin memarahimu? Jujur saja, aku tak suka... Namun... Ah,,, terserah! By: AnaZ_KhayrunNaz

Dingin dimusin Hujan

Assalamualaikum... Bagaimana kabar kalian hari ini? Saya harap semoga baik-baik saja. Amien... Alhamdulillah, kali ini saya punya puisi lagi. yaa,,,, memang tidak begitu bagus lah karyanya, masih belum bisa mencari kata-kata yang pas untuk penyusunan puisi ini... tapi ya, saya yakin saja untuk memposting puisi saya ini. semoga saja kalian suka! langsung saja....  Dingin di Musim Hujan Angin manja dipagi buta Membentak tubuhku dengan dinginnya nuansa Memaksaku untuk memecah bayang semu angin Yang memelukku dengan sejuta gigil Mencerca, menusuk penuh berhimpit Menyeretku untuk mengejar surya yang terus berlari Entah apa yang dikejarnya Terus aku kejar surya yang semakin jauh Dengan hela nafas yang tak pernanh terbilang Namun percuma, Surya terus saja menjauh Seakan tak mengerti Pada gigil yang menggigit lahirku Bagai mencoba mengejar sang mimpi Dan berusaha untuk menggenggamnya Meski sebenarny...